Berdamai Part 1

"Aku tau malam ini, hujan dibelakang ku menjadi saksi aku mulai memeluk lagi masa lalu, mencoba mengobati diri. Rindu akan masa lalu, sesal di masa lampau kini tengah bercampur aduk, dibalik tawa air mata bahagia dan miris. Sejatinya malam ini aku mulai lagi menggerakkan denting jam yang sudah lama terhenti dibagian sesal. Semoga tidak mundur ke sesal paling dalam dan bergeser ke pintu memaafkan diri. 
SMA adalah masa yang paling indah, itu benar bila telah memaafkan diri. Agar kenangnya tak dipenuhi pilu, sayangnya aku masih belum. Masih belum ikhlas atas keputusan-keputusan dimasa lalu. Ah memang, kau ini masih saja keras kepala."
Tulisku dihalaman pertama buku edisi aku dipulangkan ke rumah.
Rasanya ini yang terbaik, pulang ke rumah. Allah swt mengabulkan doa-doaku yang sering kuminta untuk aku lebih lama dirumah, lebih lama bercengkrama. Grup sosial media mulai ramai kembali, apalagi grup terakhir masa laluku, grup SMA. Itu semua membuatku memutar memori didalam kepalaku, mulai menguraikannya kembali dengan apa yang terjadi dimasa sekarang.
Bersambung...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Api dimataku

Kiprah Wayang Sukuraga

Gombal