Kiprah Wayang Sukuraga
![]() |
| wayang sukuraga (sumber foto : sukuragafoundation.com) |
| wayang sukuraga (sumber foto : sukuragafoundation.com) |
Pengukuhan
Wayang Sukuraga sebagai kekayaan budaya asli Sukabumi pada 12 Februari 2016,
serta merta membuat wayang sukuraga ini semakin gemilang dan semakin tinggi
semangatnya untuk memperkenalkan budaya ini di Sukabumi maupun di luar Sukabumi.
Menurut
Pak Effendi sang empunya, wayang sukuraga adalah wayang yang berdasarkan Lukisan
raga yang berdiri sendiri sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya dan syarat
dengan makna puisi dalam kehidupan. Wayang sukuraga ini diperkenalkan pada
tahun 1996 dan memulai kiprahnya pada tahun 1997. Wayang sukuraga ini memiliki
misi yang sangat mulia, yaitu berupaya untuk menanamkan kepada masyarakat bahwa
amanah badan kita dari sang Maha
pencipta, sehingga kita membawa amanah itu untuk melakukan kebaikan-kebaikan
dari setiap fungsi raga, seperti tangan untuk memberi, mulut untuk berkata yang
baik-baik, mata untuk melihat yang baik-baik dan telinga untuk mendengar yang
baik-baik.
Di
setiap pertunjukan wayang sukuraga ini selalu membawa tema-tema tentang
keluhuran budi pekerti, kebaikan sehari-hari, juga tentang melestarikan
lingkungan, wayang sukuraga juga giat mendatangi ataupun mengundang
sekolah-sekolah untuk memperkenalkan wayang sukuraga ini pada kaum muda. Seperti
yang dilakukan para siswa salah satu SMA negeri di sukabumi yang sengaja datang
ke galeri wayang sukuraga untuk lebih mengenal wayang sukuraga.
Nah,
wayang sukuraga ini memiliki galeri, tempatnya di Jalan Sriwidari, Kota
Sukabumi dan berkat kiprah wayang sukuraga dalam 20 tahun ini dibuatlah Kampung
Sukuraga di kampung Cemerlang tepatnya di Jalan Sukakarya, Kel. Sukakarya
Kec.Warudoyong Kota Sukabumi yang juga merupakan tempat kelahiran sang
penggagas wayang sukuraga.
“Wayang
Sukuraga tidak memiliki komunitas melainkan keluarga, siapapun yang sudah tau
dan mengenal sukuraga maka itu adalah keluarga kami” ujar Pak Effendi saat
ditanya apakah wayang sukuraga ini memiliki komunitas atau tidak.
Keluarga-keluarga wayang sukuraga yang didominasi oleh kaum muda yang memiliki
jiwa tinggi untuk melestarikan budaya ini juga ikut mengkampanyekan wayang
sukuraga, salah satunya melalui media sosial
dan website.
Alasan
menggunakan media sosial untuk mengkampanyekan wayang sukuraga ini karena media
sosial adalah sarana yang paling mudah dan sangat besar peluangnya untuk
menarik minat netizen apalagi dikalangan kaum muda. “siapa sih yang enggak
punya sosmed di hari gini? Semua punyakan jadinya kalo gitu banyak yang tau
kalo lewat sosmed” ujar salah seorang pecinta wayang sukuraga.
Keluarga-keluarga inilah yang sering mengunggah kegiatan-kegiatan wayang
sukuraga, kalian dapat mengunjungi di facebook
dan instagram-nya yaitu fendi
Sukuraga atau website-nya di sukuraga.com dan fendisukuraga.com. berkat upaya-upaya inilah wayang sukuraga semakin
banyak yang mengenal dan mulai dekat dihati.
Harapan para pencinta wayang sukuraga untuk masyarakat
Sukabumi khususnya untuk kaum muda Sukabumi adalah agar mereka lebih mencintai
budaya asli Sukabumi dan ikut serta mengkampanyekan wayang sukuraga. “gak lucu
dong kalo tenggelam gitu aja, kita yang kaum muda juga harus ikut ngejaga”
sambung salah satu keluarga wayang sukuraga.
Dibalik
ini semua respon kaum muda Sukabumi terhadap wayang sukuraga juga sangat baik.
“wayang sukuraga itu menarik, juga beda dari yang lain. Asli sukabumi deh” Ujar salah satu penari muda bernama Radhika,
yang ditemui di galeri sukuraga (23/04). Dirinya juga sangat mengagumi wayang
sukuraga, selain karena bentuk wayangnya yang unik cerita yang disampaikanpun
sangat mengandung pesan moral yang baik juga penyampaiannya menarik.
Oleh
karena itu marilah kita mencintai dan menjaga wayang sukuraga ini agar tetap
eksis dan semakin di kenal. Untuk itu apa kalian termasuk keluarga sekarang?
(inti)

Komentar
Posting Komentar