Sang Pengantar Mimpi
Ditengah raga ini yang berbaring tak berdaya
Ketika raga tak sanggup melakukan apa-apa
Namun otakku tetap bekerja
Melanglangbuana memikirkan skenario apa lagi yang akan kubawa
Skenario apa lagi yang aku terima dari sang maha pengasih
Yang hingga kini masih memberikan kesempatanku menghirup
udara
Ketika udara yang kuhirup perlahan mulai terasa sesak
Terhimpit dibagian dada yang terasa sakit
Entah berapa lama lagi ku kan bertahan dalam segala hal yang
ku biarkan tetap sunyi
Tertutup rapat dalam benakku yang mungkin selalu merasa
terkoyak
Ku renungkan segalanya, selalu
Ku pikir andaikan, segalanya
Namun sang alam telah
menjatuhkan, hukuman
Antara aku tetap diam dan tak
bersua
Antara rela dan pasrah
Karena kemunafikan yang ku telan
sendiri
Menjadi buah simalakama yang akan
kujalani ditengah sisa hidupku
Ku tepikan segala kemungkinan
yang akan terjadi
Segala hal yang mungkin hanya fatamorgana masa depan
Satu yang ku tahu
Aku tak akan pernah menyerah
Niat ini memang belum sempurna
Namun cukup tekad yang menjanjikan semburat senyuman yang
kurindukan
Aku sang pengantar mimpi
Aku yang memutuskan begitu
ditengah deru nafas ini yang berlomba dengan maut
Atau
Memang ini adalah suratan takdir
yang diciptakan sang kholiq padaku
Sebuah kesempatan
Mimpi-mimpi yang terus
menggantung dalam bahuku
Yang semakin nyata didepan mata
Yang tak dapat kupilah dan mutlak
mesti terwujud
Demi semburat senyuman yang ku
rindukan
Entah kisah apa yang akan ku bawa
Namun pesan-pesan surgawi yang
kubawa
Menjadi sebuah alasan dalam semua
pengembaraaanku
Sang pengantar mimpi yang tengah
berlomba dengan maut
Yang entah sampai kapan mampu
bertahan
Namun mimpi adalah sebuah janji
Sang pengantar mimpi yang mengemban
Komentar
Posting Komentar