Filosofi Tari
![]() |
| Tari merak (sumber foto : google) |
Budaya dan lingkungan adalah hal
yang satu, tidak bisa dipisahkan satu sama lain, apalagi budaya Indonesia.
Dikarenakan nenek moyang kita dulu sangat tergantung dengan alam sehingga akar
dari budaya Indonesia sangat lekat dengan alam.
Peradaban suatu negeri dilihat
dari budaya yang mereka miliki, juga keadaan alam yang mereka jaga ditiap
generasi negeri tersebut. Termasuk negeri tercinta kita Indonesia.
Budaya Indonesia sangatlah kaya
dan beragam, begitu melimpah sampai-sampai tidak terhitung dengan jari. Salah
satu budaya yang dimiliki Indonesia adalah tari.
Tari adalah gerak raga
yang dilakukan dengan irama dan dilakukan ditempat
serta waktu tertentu dan sebagai media untuk menyampaikan perasaan, maksud,
juga pikiran. Maka dari itu
tari mengandung nyawa dari setiap gerakan.
Begitu banyak macam tari yang dimiliki
Indonesia, dan rata-rata setiap daerah memiliki tari khasnya masing-masing. Itu
karena budaya satu ini selalu memiliki arti filosofi-filosofi yang luar biasa,
salah satunya yaitu kaitannya dengan alam.
Tentu saja tari sangat perlu
dilestarikan apalagi oleh generasi muda. Sayangnya tari tradisional tersebut sedikit banyak
mulai ditinggalkan oleh generasi muda Indonesia
masa kini, budaya tersebut tergeser oleh budaya barat yang dianggapnya
lebih nge-tren. Hanya segelintir
generasi muda yang
mau ikut serta untuk melestarikannya, padahal didalam tari
bukan saja sekedar budaya namun sekaligus mengandung pesan moral juga tata
krama kita terhadap alam. “Di tari ada filosofinya, bahkan tentang menjaga alampun ada” ujar Farhan
salah satu remaja yang sangat mencintai budaya Indonesia ini (25/04) . Bukan
hanya tari yang Ia bisa, namun berbagai alat musik tradisionalpun dapat Ia
mainkan. “kalo kita paham banget sama maknanya terus nyatu sama nyawa si tari
dan alat musik pasti dia akan lebih mencintai Indonesia juga menjaga alamnya”
tambahnya lagi.
Ya, ditari menanamkan banyak sekali
sifat berbudi luhur, banyak tari yang mengisahkan soal kehancuran alam akibat
ulah manusia sehingga menyampaikan amanat bahwa kita harus menjaga dan
melestarikan alam kita. Minimal lingkungan sekitar kita. Dengan tari karena
terbiasa dan jiwa mencintai budaya dan alam sudah merasuk maka akan sangat
mudah untuk mengaplikasikan rasa cinta dan sayang pada lingkungan sekitar. “semenjak aku nari, jadi lebih disiplin, lebih
paham juga soal menjaga lingkungan soalnya pernah tari bala, soal kehancuran
alam akibat keserakahan manusia. Sekarang udah mulai enggak buang sampah
sembarangan lagi” ujar Farhan.
Bukan hanya Farhan namun Radhika salah
satu penari muda ini juga sangat mencintai budaya Indonesia. Dia giat berlatih
dan sudah sering pentas di berbagai acara.
“seni tari itu udah kaya hidup aku”
ujarnya (25/04).
Usaha mereka untuk terus konsisten
dengan mempertahankan budaya Indonesia khususnya tari harus diacungi jempol,
cara mereka cukup dengan mencintai dan terus berlatih menjadi contoh bagi kaum
remaja untuk terus melestarikan budaya Indonesia.
Meskipun begitu, usaha mereka tidak
selalu mulus terkadang banyak sekali rintangan yang menghadang.
“kalo cemooh sih banyak ya, Cuma gak
dipikirin aja” kata Radhika saat ditanya adakah rintangan tertentu dalam tari. “cibiran
juga banyak, Jadi aku tetep teguh sih sama tari tradisional toh banyak yang
dukung juga, gak mau ngecewain mereka” lanjut Radhika.
Meski di zaman era digital ini hanya
sedikit yang peduli mereka tetap konsisten untuk terus menggeluti bidang ini.
“kalo bukan kita siapa lagi, kitakan penerus bangsa ini jadi kita harus
pertahankan budaya kita juga” ujar Radhika lagi. Semangat ya
kalian! Buat para pembaca ayo kita lestarikan budaya indonesia! (inti)

Komentar
Posting Komentar