hujan

Butiran asa yang menggelembung
Menguap hilang ditelan udara
Sinar yang ditutupi rembulan
Sempurna semua remang-remang

Aku hanya desir angin dimata mu
Aku hanya debu yang menempel dan segera kau singkirkan
Namun aku tak akan pernah berhenti singgah
Bahkan menetap

Kau tau hujan?
Dia terkadang tak diharapkan namun selalu dirindukan
Selalu menurunkan namun tak pernah meminta kembali
Tetap memberi meski terkadang tak diinginkan
Diam ditempat

Ia pergi ketika sinar mulai memasuki ranah langit
Membiarkan bumi bahagia dan Ia pergi
Namun ketika sedih hujan senantiasa menemani
Menatap takzim dalam riuh suara air jatuh

Asa yang menggelembung dihempaskan lagi oleh hujan
Tak rela jika semua musnah

Ku ingin jadi hujan
Ada dan tiada selalu ada

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Api dimataku

Kiprah Wayang Sukuraga

Gombal